Filled Under:

KANKER PAYU DARA

Pada tahun 1996 di Medan, seorang ibu cantik berumur 46 tahun, dengan dikawani anak lelakinya umur 6 tahun, datang minta berobat. Si ibu menderita Kanker Payu Dara yang sudah cukup parah. Menurut hasil pemeriksaan, kanker sudah menjalar lewat pundaknya, sehingga tidak bisa di operasi,dan dokter tidak bisa mengobatinya lagi, katanya. Mendengar kabar adanya pengobatan dengan energi, saya mendatangi bapak, semoga bisa bapak menolong, katanya.

Begitu pikiran saya mau memeriksa Payu Daranya, tangan saya yang berisi energi justeru tiba-tiba bergerak ke arah Kemaluannya, bukan ke Payu Daranya yang sakit. Hal itu berarti, timbulnya Kanker pada Payu Daranya, ada kaitan dengan masalah Kemaluannya. 

Berdasarkan petunjuk energi tersebut, saya sampaikan padanya, bahwa energi menunjuk penyebab penyakit ibu bermula pada Kemaluan. Apakah selama ini ada masalah disana? Tidak pak, saya tidak pernah mendapat penyakit kelamin, katanya. Lalu dengan sangat hati-hati saya ajukan lagi pertanyaan sensitif atau apakah ibu sering tidak puas bersenggama dengan bapak?  

Mendengar pertanyaan demikan, si ibu langsung menangis sejadi-jadinya dan kebetulan pada saat itu pula suaminya datang menjenguknya. Begitu si suami mendekat, sambil terus menangis kuat, tangannya memukul-mukul tubuh sang suami berulang-ulang dan berkata, tak ada gunanya saya sembuh, tidak ada gunanya, biarlah saya mati dan anak kamu pelihara baik-baik, katanya. 

Setelah si suami keluar, karena ada urusan penting, si ibu bertanya pada saya, apa bapak perhatikan bagaimana potongan badannya? Lihat, pinggulnya besar seperti perempuan dan jari-jari tangan lembut seperti jari-jari perempuan, bahkan lebih lembut dari jari-jari saya. Dengan keadaan begitu, mana bisa merangsang syahwat saya. Selama 8 tahun kawin belum pernah sekalipun merasa puas, kecuali penyesalan atas nasibku yang malang, katanya.

Lho, bukankah ibu sangat cantik, mengapa mau kawin dengan dia. Bukan cantik saja pak, katanya. Saya juga anak seorang kaya raya, rumah besar dengan pekarangan luas yang indah. Banyak yang serius naksir saya, baik teman-teman kuliah, maupun orang lain, Tetapi begitu berhadapan dengan orang tua dan melihat rumah besar, satu persatu pada mundur, sementara umur saya sudah mendekati 40 tahun. Maka, begitu dia datang melamar, tidak ada pikiran lain, selain harus segera kawin dengan dia, daripada menjadi gadis tua. 

Pada malam pertama pak, kekecewaan mulai menghantui. Sampai lahir anak saya masih tetap bersabar. Tetapi beberapa bulan kemudian, Payu Dara saya mulai terasa sakit dan merasakan ada benjolan atauTumor, yang semakin hari terus semakin membesar, Akhirnya benjolan itu berubah jadi Kanker, karena dari semula saya takut dioperasi. 

Saya ikut prihatin atas nasib ibu, kata saya. Kalau saya tusuk di tepi tulang dada tengah dekat Payu Dara, apa ibu mau. Tak usahlah pak, percuma saja, saya tidak yakin lagi. Tolong bapak obat dengan energi saja, jawabnya.

Baiklah kita mulai sekarang, lalu saya arahkan tangan ke Payu Daranya. Apakah dapat ibu rasakan adanya hangat atau ada suatu getaran di dalamnya? Ya pak, terasa hangat enak dan juga ada getaran sampai terasa ke dalam kemaluan. Terasa ada kepuasan di dalam sana, yang tidak bisa saya jelaskan bagaimana pak, katanya. 

Nah, sampai disini dulu ya bu. Seterusnya, setiap hari saya obati ibu dari Jarak Jauh dengan Energi Pintar Edo, semoga Allah memberkati ibu. Aamiin, Setelah nomor telepon rumahnya diberikan, dengan wajah cerah, dia pulang dengan mobilnya.

Besoknya saya telepon, dapat kabar, tadi malam tidur ibu enak sekali dengan diwarnai mimpi yang indah. Tapi hari besoknya lagi, saya dapat berita si ibu sudah berpulang. Sebelumnya ada wasiat dari ibu, sampaikan salam pada pak Mus. Saya puas pemeriksaannya, katanya. 


  









0 komentar:

Post a Comment